Follow me on Twitter RSS FEED

Cara meningkatkan Kerja Otak (Part2)

Posted in
Keseimbangan otak kiri dan otak kanan bagi seorang pelaku bisnis adalah mutlak diperlukan lantaran, seperti yang ditegaskan Dr. Damasio, pakar neurolog dunia - bahwa otak kanan (otak yang merasakan atau otak emosional) sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan rasional. Kemampuan otak yang merasakan ini relatif akan menuntun pada arah yang tepat.

Sudah saatnya kita musti mengoptimalkan kehebatan otak kanan meski sebelumnya guru di sekolah atau dosen di kampus lebih banyak merangsang dan mengajarkan kemampuan otak kiri. Lantas bagaimana sajakah latihan mengasah kemampuan otak kanan?

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kecerdasan otak kanan. Berikut ini beberapa tips yang barangkali bisa dilakukan : pertama bangkitkan kemampuan bawah sadar kita. Latihan ini sederhana saja, misalnya dengarkan jenis musik lembut dengan mata terpejam, bayangkan dan rasakan alunan musiklembut itu. Jaga kesadaran ikuti irama musik tersebut.

Kedua bangkitkan minat pada aktivitas di alam terbuka. Dekatkan tubuh kita dengan alam dengan beragam aktivitas, misalnya jalan-jalan di pegunungan atau di pantai, berenang, memancing, bersepeda dan sebagainya.


Ketiga, lebih mendekatkan pada hal-hal yang reflektif. Misalnya keagamaan, bagi seorang muslim sholat malam (tahajud), dzikir dalam hati (qolbu) yang bisa dilakukan di mana dan kapan saja diyakini cepat merangsang kecerdasan otak kanan. Kegiatan meditasi atau yoga juga disarankan untuk menumbuhkan kemampuan otak kanan ini.

Keempat, biasakan senantiasa mengelola reflek gerak tubuh kita. Untuk meningkatkan otak rasa ini kesadaran terhadap reflek tangan, kaki, mata, hidung, mulut dsb yang pada situasi tertekan tertentu muncul tiba-tiba musti juga dikelola dengan proporsional. Sadar atau tidak pada situasi stres atau emosi, gerak reflek bagian tubuh tertentu kita kadang-kadang sulit dikendalikan, misalnya mulut gemetar (tremorik). Nah, kesadaran untuk selalu mengelola bagian tubuh itulah yang musti dilakukan. Sekalipun latihan ini sulit namun dengan niat keras bukan mustahil kita mampu senantiasa menyadari setiap gerak reflek yang biasa terjadi.

Kelima, berlatih berpikir secara menyebar (divergen), meloncat-loncat, tidak lurus (linier), berbeda (different) dan upayakan selalu gembira. Banyak sekali latihan yang bisa dilakukan, misalnya membaca kumpulan humor, melihat gambar atau film-film kartun, melontarkan dan mendengarkan joke atau banyolan-banyolan lucu.

Kecerdasan otak kanan memang kian penting saat ini khususnya dibutuhkan para wirausahawan/wati, terlebih di era yang dituntut persaingan kreativitas yang sangat tinggi ini. Dan berpikir kreatif tidak cukup mengandalkan kecanggihan otak kiri, namun kecerdasan otak kanan juga musti optimal. Untuk itulah keselarasan antara otak kiri dan kanan bagi seorang entrepreneur adalah wajib hukumnya.

Cara Meningkatkan Kerja Otak(Part1)

Posted in
Daniel Goleman, pencetus konsep “Emotional Intelligence” (Kecerdasan Emosional) melakukan pemetaan pada otak manusia. Ia menyimpulkan, manusia punya 2 otak, belahan kiri biasa disebut dengan otak kiri, bagian ini untuk merespon segala sesuatu informasi yang lebih bersifat rasional, logikal, analitik, numerik, linier dan verbal. Pendek kata otak kiri berfungsi sebagai otak pikir yang lebih ke urusan teknis.

Yang belahan sebelah kanan disebut dengan otak kanan, bagian ini sarat dengan respon intuitif, holistik, reseptif, eksperimental, subyektif dan non verbal. Gampangnya otak kanan ini berfungsi sebagai otak emosional atau otak yang merasakan.

Seorang entrepreneur yang mampu meyelarasakan otak kiri dan otak kanan akan lebih mudah mengarungi bisnis di era kompetisi yang sangat tinggi ini. Pengetahuan logika dan rasional tidak selamanya mampu mengatasi setiap persoalan. Dengan meningkatkan kemampuan otak kanan, seseorang akan lebih luas melihat secara keseluruhan setiap hambatan yang menghadang.

Rajin mengasah kecerdasan otak kanan akan berpengaruh pada kemam-puan wawasan intuitif seseorang.

Intuisi (indera keenam) adalah kepekaan untuk menerima atau menyadari informasi yang tidak dapat diterima oleh kelima indera seseorang. Sadar atau tidak, intuisi (atau ada yang menyebut sebagai feeling) inilah yang kerap membantu seorang pebisnis, misalnya saat menentukan peluang bisnis yang menguntungkan.

Seperti kutipan, Robert Bemstrin, pakar entrepreneurship terkemuka, bah-wa ada kalanya seorang pelaku bisnis mengalami “kelumpuhan rasionalitas” hingga pada saat itulah opini banding diperlukan, “Saat itulah kecerdasan intuisi seorang entrepreneur diuji” tegas Robert. Intuisi dapat melindungi kita dari orang-orang yang berbahaya atau akan merugikan kita. Berhadapan dengan pribadi yang seolah hebat, pintar diplomasi dengan paparan data yang akurat dari calon partner bisnis, padahal ia sedang menyakinkan kita untuk menipu, berkat intuisi yang tajam kita kerap diperingatkan untuk terhindar dari langkah bisnis yang akan menjerumuskan.

Hingga kini sejumlah penelitian menyangkut pemetaan otak kian menya-kinkan. Lantaran merangsang kemampuan otak kanan erat kaitannya dengan munculnya ide-ide segar terbaru, gairah dan emosi. Merangsang kecerdasan otak kanan juga mampu memacu kemampuan kreatifitas, inisiatif dan keberanian seorang wirausahawan/wati. Bahkan menurut kajian, jika kecerdasan otak kanan kita rangsang secara otomatis kemampuan kecerdasan otak kiri kita ikut meningkat. Namun sebaliknya jika kecerdasan otak kiri kita rangsang, otak kanan tidak menunjukkan aktivitas peningkatan.

Seorang entrepreneur hampir setiap hari menghadapi godaan, tantangan bahkan hambatan untuk itulah keseimbangan kecerdasan otak kiri dan otak kanan musti terus dioptimalkan. Terlebih mengarungi ranah bisnis di era hyper-competition seperti sekarang. Lantas bagaimana sajakah latihan mengasah kemampuan otak kanan?